Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mulanya Cuma Demam Biasa, Anak Usia 2 Tahun Ini Koma Karena Orangtua Salah Beri Dosis Obat

Melihat belum dewasa demam, orang renta tentu akan merasa ketakutan dan ingin secepatnya mengobatinya.


Seorang bocah dinyatakan alami gagal hati gara-gara orang renta salah beri takaran obat.

Phan Hong Sang, Wakil Kepala Departemen Pengendalian Racun Intensif, Rumah Sakit Umum di Phu Tho, Vietnam, mengatakan bahwa pasien TVD, yang berusia 27 bulan dalam kondisi kritis.

Bocah tersebut mesti dipindahkan ke tempat tinggal sakit darurat dalam kondisi kritis alasannya adalah antipiretik parasetamol.

Pasien dirawat di rumah sakit dalam kondisi, lemah, demam tinggi 38 derajat, kesusahan bernapas, paru-paru berventilasi buruk, dan hati membengkak 2cm di bawah panggul.

Dokter mendiagnosis, pasien mengalami asidosis metabolik parah (PH 7.1) berdasarkan pneumonia atau radang paru-paru.

Keluarga mengatakan setiap anaknya mengalami demam tinggi dan sesak nafas, mereka memberinya parasetamol antipiretik 500mg x 4 kapsul dalam sehari.

Hal itu telah dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut.

Setelah selamtakan oleh dokter, balita malang tersebut justru mengalami koma dan pupilnya menunjukkan kontraksi.

Setelah dicek bocah tersebut dinyatakan alami gagal hati kronis, hingga terjadi peningkatan enzim hati serta terjadi kenaikan bilirubin.

Setelah penanganan yang gagal tersebut, pasien karenanya kembali dirujuk ke Rumah Sakit Anak Nasional untuk perawatan lebih lanjut.

Pelajaran buat kita, untuk tidak sembarang pilih dan biar selalu waspada dalam memperlihatkan obat kepada anak-anak. Baca petunjuk penggunaan dan tidak perlu digunakan jikalau tidak tahu takaran tentu saja.

Dosis yang lebih banyak tidak menjamin kesembuhan, justru mampu jadi bahaya yang merugikan belum dewasa kita.

Semoga peristiwa tersebut bermanfaat bagi kita dalam mempertahankan kesehatan keluarga dan anak-anak di rumah.

Sumber: Haimoms.blogspot.com