Hacker Indonesia Curi Rp 875 Miliar Dari Bansos Covid-19 Amerika

Tim Siber Ditreskrimus Polda Jawa Timur sukses menangkap dua orang hacker yang melaksanakan penipuan digital (scammer) asal Indonesia.


Mereka diketahui sudah mencuri dana dengan jebakan situs bansos Covid-19 milik pemerintah Amerika Serikat.

Akibat perbuatan keduanya, kerugian dalam kasus ini mencapai 60 juta dolla Amerika Serikat.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menyebutkan keduanya pelaku ialah SFR dan MZMSBP. Bahkan SFR dikenali lulusan salah satu SMK di Jawa Timur.

Akibat ulah keduanya, FBI sampai turun tangan langsung tiba ke Polda Jatim untuk menemani kasus tersebut.

Keduanya ditangkap usai membuat dan menyebarkan situs imitasi hasil retasan situs resmi derma Covid-19 milik pemerintah AS.

Dengan situs imitasi itu, mereka menerima 30 juta data warga AS secara illegal. “Ada 30 ribu data dari 14 negara bagian AS yang telah diambil secara illegal,” ujar Irjen Nico Afinta ketika rilis masalah tersebut, Kamis (15/4).

Dari 30.000 data tersebut, dana bansos Amerika Serikat yang sukses cair mencapai 60 juta dolar atau setara dengan 875 miliar rupiah.

Dijelaskan bahwa data itu berisi warga yang terdampak Covid-19 di AS.

Mereka mengisi data untuk derma itu di situs yang sudah dipalsukan oleh kedua pelaku melalui situs scammer yang mereka rancang, yang mereka sebar secara massif sehingga bisa menerima 30 ribu data secara illegal.

"Orang-orang ini mengisikan datanya tanpa menyadari bahwa ia buka domain imitasi, mengisi datanya sosial number. Kemudian data ini diantarke orang lain,” kata Nico.

Saat ini polisi sedang mendalami dugaan keterlibatan pihak lain tergolong WNA. Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa 3 laptop, foto-foto situs resmi dan imitasi dari tangan tersangka.

Akibat perbuatan tersebut, mereka dijerat ihwal Undang-Undang Elektronik jo 55 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sumber: Indozone.id

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama