Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Fakta Penganiaya Perawat Rs Siloam, Viral Hingga Ditetapkan Tersangka

Jason Tjakrawinata (38) ditangkap atas dugaan sudah melakukan penganiayaan terhadap Christina Ramauli Simatupang, perawat di Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya, Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).


Jason diamankan Polrestabes Palembang di kediamannya, Jumat, 16 April sekitar pukul 21.00 WIB. Kepada polisi, pelaku mengaku emosi lantaran menyaksikan darah bercucuran dari tangan anaknya yang menangis.

"Saya tersulut emosi sesaat saja. (Apalagi) melihat tangisan anak aku dan darah yang bercucuran," kata pelaku penganiaya perawat RS Siloam tersebut, Sabtu, 17 April 2021.

Sebelumnya, aksi penganiayaan yang dilakukan Jason kepada perawat Christina sempat viral di media umum. Korban diduga ditonjok, dijambak, dan ditendang pelaku.

Dalam video yang beredar, JT bahkan mengaku dirinya selaku anggota polisi. Namun, belakangan dimengerti, pelaku warga biasa yang berprofesi selaku usahawan onderdil kendaraan beroda empat.

Sementara itu, balasan penganiayaan tersebut, keadaan perawat Christina mengalami luka memar di bab mata, nanah di bibir, dan perut.

Berikut fakta-fakta pelaku penganiayaan yang dialami perawat RS Siloam sampai berujung jeruji besi:

1. Viral


Aksi JT menganiaya korban terjadi di dalam ruang pasien anak, di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Kamis, 15 April siang sekitar pukul 13.40 WIB.

Korban dianiaya dengan cara didorong, ditendang dan rambutnya dijambak. Insiden tersebut sontak menciptakan korban menjerit kesakitan dan berusaha melarikan diri, dari serangan pelaku.

Tindakan tersebut direkam oleh salah satu petugas RS Siloam Sriwijaya Palembang, hingga jadinya video tersebut menyebar dan viral di media sosial (medsos).

2. Kronologi Kejadian


Penganiayaan yang booming di media umum itu dilatarbelakangi alasannya adalah pelaku kesal tangan anaknya berdarah sesudah lepas infus. Korban pun sudah memperlihatkan klarifikasi penyebab tangan anak pelaku berdarah.

Berdasarkan keterangan korban, tidak terjadi apa-apa saat ia mencabut infus dari tangan anak tersangka. Dia pun melarang istri tersangka pribadi menggendong pasien begitu infus dilepas.

"Di ruangan hanya ada korban dan istri tersangka. Korban bilang 'jangan digendong bu, nanti berdarah'. Ternyata istri tersangka menggendongnya dan waktu itulah tangan anaknya berdarah," ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Irvan Prawira, Sabtu, 17 April 2021.

Dari akreditasi istri tersangka, ia eksklusif menghubungi suaminya alasannya adalah cemas tangan anaknya berdarah. Begitu tersangka datang di ruang perawatan, ia pribadi murka dan melaksanakan penganiayaan ke perawat Christina.

"Istri tersangka menelepon suaminya yang ada di luar mengabarkan tangan anaknya berdarah dan membuat tersangka ketakutan," ungkapnya.

Selain melaksanakan penganiayaan terhadap korban, tersangka juga membanting ponsel milik rekan sejawat korban yang merekam peristiwa. Dia tak bisa menahan emosi meski dilerai.

"Tersangka datang dan eksklusif marah-murka dan menganiaya korban," kata beliau.

Akibat kejadian itu, pelapor mengalami luka memar di mata, abses di bibir, dan perut.

3. Pelaku Bukan Anggota Polisi


Saat menganiaya dan menghardik korban dan rekannya, pelaku sempat mengaku selaku seorang anggota polisi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya Palembang Benedikta Beti Bawaningtyas, saat menggelar pertemuan pers di ruang MCU RS Siloam Sriwijaya Palembang.

Saat kejadian terjadi, ada salah satu keluarga pasien lainnya yang sedang dirawat di lantai 6, menjajal melerai pertengkaran tersebut.

“Yang menolong itu mengingatkan ke pelaku, jangan main hakim sendiri. Karena dia juga polisi. Pelaku awalnya mengaku selaku polisi, namun kita sudah mampu berita, jika ia bukan (polisi)," ungkapnya.

Belakangan, Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri S sudah memastikan pelaku yang melakukan penganiayaan, bukan polisi.

Menurut Eko, pelaku berprofesi sebagai pedagang sparepart kendaraan bermotor.

"Setelah dijalankan penangkapan kepada tersangka JT penganiaya Cr perawat RS Siloam, yang bersangkutan warga sipil umumdan sekarang dalam proses investigasi penyidik Reskrimum Polrestabes Palembang," kata Eko di Palembang, Sabtu, 17 April dilansir Antara.

4. Telah Ditetapkan Tersangka


Pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku ditangkap di kediamannya tanpa melakukan perlawanan. 

Pada hari Sabtu, 17 April kemarin sekitar 00.10 WIB, anggota Polrestabes Palembang tiba di Palembang bareng pelaku.

"Penangkapan tersangka dikerjakan Tim Polrestabes Palembang di rumahnya wilayah Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat (16 April) malam, tanpa perlawanan," ujar Eko.

Kapolrestabes Palembang, Komisaris Besar Irvan Prawira menyatakan Jason Tjakrawinata atau JT (38) kini ditetapkan sebagai tersangka masalah penganiayaan perawat RS Siloam.

Dia disangkakan pasal berlapis terkait penganiayaan dan perusakan barang sesuai Pasal 351 kitab undang-undang hukum pidana dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

"Karena menganiaya perawat RS Siloam dan merusak gawai milik perawat yang lain," kata Kapolrestabes.

5. Mengaku Tersulut Emosi

Kapolrestabes Palembang menggelar ungkap kasus pada Jumat pagi di ruangan Mapolrestabes Palembang. 

Pelaku JT yang sudah menggunakan pakaian tahanan, mengungkapkan kekhilafannya.

JT yang berprofesi selaku pengusaha onderdil kendaraan beroda empat mengaku bersalah dan mengucapkan ajakan maaf.

"Saya meminta maaf kepada ke korban, keluarga korban, pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang dan orang-orang yang merasa dirugikan atas tindakan aku," ucapnya.

Sebelum melaksanakan penganiayaan, JT mengaku telah empat hari menjaga anaknya yang dirawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang.

Pada Kamis siang, ia juga gres saja gres sampai dari Kayu Agung, dan sepanjang perjalanan terpapar panas matahari yang membuat emosinya kian memuncak.

Sumber: Liputan6.com