Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seorang Pakar Dokter Aisyah Dahlan Menyampaikan, Ini Ciri Pelakor Paling Berbahaya

Seorang Pakar Dokter Aisyah Dahlan Mengatakan,

"Ini Ciri Pelakor Paling Berbahaya"


Mendengar istilah pelakor (perebut laki orang) dan pebinor (perebut bini orang), sudah tidak gila di zaman kini. Keduanya seolah berkeliaran dan siap merusak rumah tangga setiap pasangan.

Dokter Aisyah Dahlan, turut menjelaskan ciri-ciri dari seorang pelakor. Menurut beliau, pelakor lazimnya senantiasa mempunyai enam hal dalam pemikirannya. Apa saja?

"Pertama. Pikiran pelakor itu harta dan harta. Kalau ada di antara kita, punten (maaf) yang statusnya telah jomblo, second terus masih ada niat buat berkeluarga lagi",

"Tapi bukan niatnya cari harta, namun tolong carinya yang enggak ada istrinya," ujarnya di channel YouTube Dakwah Remaja Islam, dikutip VIVA, Senin, 28 Desember 2020.

Kemudian ciri yang kedua adalah, pelakor selalu menentukan laki-laki yang telah beristri.

Karena kembali lagi pada poin pertama, menurut Dokter Aisyah, pedoman pelakor ialah, laki-laki yang belum menikah umumnya belum mapan atau kaya.

"Lalu ingin menggantikan posisi istri yang sah dan kelak akan mendapatkan bergelimang harta dan dimanjakan dengan materi dan barang glamor," kata beliau menerangkan ciri pelakor yang ketiga.

Wanita yang kerap menawarkan kajian itu melanjutkan, pelakor paham betul bahwa dirinya ialah wanita manis yang diidamkan banyak pria.

Namun, dia akan merasa sungguh besar hati kalau mampu menaklukkan laki-laki kaya yang sudah mempunyai istri.

"Dari di antara pelakor ada yang paling berbahaya, apa itu? Pandai memainkan tugas di depan banyak orang, seolah ia adalah wanita baik-baik, yang justru dikejar oleh pria beristri tersebut".

"Ini nih ciri paling berbahaya. Makara dia merasa dan bilang sama orang, 'Aku sesungguhnya enggak suka, tetapi bapak itu aja tuh kejar-kejar aku'," lanjut ia.

Ciri terakhir yang tak kalah berbahaya yakni, seorang pelakor biasanya berilmu berkata-kata dan berpenampilan seolah beliau adalah perempuan yang memang diidam-idamkan seorang laki-laki.

Selain itu, menurut Aisyah, pelakor juga tidak pernah merasa bersalah.

"Jika ada laki-laki yang kepincut dengan dirinya, maka itu merasa itu bukan kesalahannya. Pelakor itu enggak pernah mau disalahin. 'Ih, bukan gue yang bujuk-bujuk, bukan gue yang goda, bapak itu aja yang naksir gue’".

"Padahal memang beliau niatnya udah begitu. Ini paling ancaman nih ciri dua ini," tutup dr. Aisyah Dahlan.

Sumber: Ceritabunda.today