Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Miris, Ibu Muda Terpaksa Jual Diri Untuk Hidupi Anak, Suami Tak Nafkahi Lagi

Jangan sampai mirip orang tua ini...


Masih banyak pekerjaan halal untuk menghidupi sang anak. Sebagai ayah juga harusnya bertanggung jawab atas hidup anak dan istrinya.

Suaminya menelantarkan ia dan anaknya, maka dari itu sang istri terpaksa jual diri untuk penuhi kebutuhan anaknya. 

Namun, karena perbuatannya itu beliau dituntut 8 tahun penjara. Lantas gimana nasib sang anak?

Seorang ibu muda terpaksa duduk di hadapan Hakim di Pengadilan Negeri Surabaya akibat perbuatannya.

Dia diadili atas tuduhan menjual dirinya terhadap pria lain. Ibu muda itu berjulukan Eva, ia nekat memasarkan diri demi membiayai anaknya di Medan karena sang suami tak lagi menafkahi dan menelantarkannya.

Eva pun dituntut delapan bulan pejara oleh JPU Kejari Surabaya, Suwarti.

"Menuntut terdakwa dengan hukuman delapan bulan penjara," kata JPU Suwarti dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dalam surat dakwaanya, wanita itu dijerat pasal 2 UU RI No 21 tahun 2007 ihwal pemberantasan tindakan melawan hukum jual beli orang (TPPO).

Selain itu, Eva juga terbukti sudah melanggar Pasal 296 kitab undang-undang hukum pidana alasannya adalah menyelenggarakan dan mempermudah tindakan cabul dengan orang lain.

Namun dalam perkara ini, Eva cuma terbukti melanggar Pasal 296 KUHP, sebab dirinya berbuat asusila dengan dua orang pria lain.

“Dakwaan pertamanya TPPO, tidak terbukti. Dakwaan keduanya terbukti sebab mengadakan perbuatan cabul dengan orang lain,” ujar Kuasa Hukum Eva, M Fadli Ramadhan.

Fadli menerangkan, dalam tuntutan tersebut terdakwa mengajukan pembelaan secara verbal kepada Ketua Majelis Hakim Kelvin di persidangan.

Terdakwa mengaku berbuat seperti itu demi menafkahi anaknya yang dikala ini dikenali berada di Medan.

Dia juga menerangkan, selama ini suaminya tidak bertanggung jawab dan sudah menelantarkan dirinya dengan sang anak.

“Kaprikornus argumentasi terdakwa tadi untuk menghidupi anaknya di Medan. Tadi disampaikan pembelaan secara verbal ke majelis hakim,” kata Fadli.

Makara pembelajaran buat para Ayah dan Bunda, bagi Ayah jangan sampai menelantarkan seorang istri, karena istri yaitu jalan rezekimu. Istri dan anakmu yakni resmi menjadi tanggung jawabmu yang mesti dihidupi dengan layak dan dibahagiakan.

Bagi ibu, kalau memang telah dalam kondisi sempit mirip ini, sebaiknya banyak mengingat Allah SWT dan berusaha mencari rezeki halal sekuat mungkin. Inshaallah akan diberi jalan.

Semoga ibu muda ini diberikan kekuatan dan kesehatan untuk senantiasa menghidupi anaknya. Dan agar suaminya secepatnya diberi hidayah oleh Allah SWT.

Sumber: Wajibbaca.com