Main Rumah-Rumahan Di Belakang Sekolah, 14 Anak Berusia 7 Tahun Kerjakan Hal Tak Senonoh

14 orang anak dibawah 10 tahun terpaksa mesti digelandang ke kantor polisi untuk menjalani investigasi.


Hal itu dilaksanakan alasannya adalah adanya dugaan tindakan mesum yang dikerjakan oleh mereka.

Jelas saja ini menjadi ironi mendalam bagi para orang tuanya. Tak pelak, mereka awalnya cuma sekedar bermain.

Melakukan permainan rumah-rumahan yang biasa juga dijalankan oleh orang Indonesia.

Dalam permainan ini, ada beberapa orang yang terlibat.

Permainan ini juga lebih kepada mensimulasikan bagaiamana kehidupan berumah tangga pada umumnya.

Ada ayah, ibu, dan anak.

Dalam permaianan ini bawah umur umumnya memperagakan bagaimana sibuknya ibu merencanakan masakan.

Bagaimana ayah sibuk melaksanakan pekerjaannya.

Tapi tidak dengan 14 anak ini.

Bukan hanya memperagakan banyak sekali acara di rumah, mereka juga melaksanakan adegan malam pertama.

Dilansir dari laman Malaysia Eberita.org, dari 14 anak itu empat diantaranya anak perempuan.

Mereka berusia dari tujuh tahun sampai 10 tahun.

Hal itu dilihat oleh guru agama belum dewasa ini. Guru tersebut lantas membuat laporan ke kantor polisi.

Dia mengetahui kejadian ini dari seorang anak muridnya.

Sampai pada 2 November, wali murid dari 14 anak itu melaksanakan pertemuan dengan sang guru.

Menurut saksi mata, mereka bermain rumah-rumahan.

Awalnya mereka mendirikan suatu gubuk yang yang dibuat dari daun kelapa di belakang sekolah.

Entah bagaimana risikonya permainan itu melaksanakan adegan intim, layaknya pasangan suami istri.

Saat itu saksi melihat peristiwa tersebut dan eksklusif melaporkannya pada guru.

Berdasarkan pengusutan dan pengukuhan murid, empat diantaranya sudah melaksanakan tindakan itu sebanyak tiga kali.

Mirisnya, hal itu dilaksanakan dengan pasangan yang berlawanan.

Bagaimanapun peristiwa ini telah menciptakan nama sekolah tercoreng. Sampai dengan dikala ini polisi masih melakukan pengembangan terkait laporan tersebut.

Kepolisian Tanah Datar, Hendri Abbas Bin Mohd Abdul Latif menyampaikan, pihaknya masih mendalami sejauh mana tindakan murid-murid dalam permaianan itu.

Sumber: Haimoms.blogspot.com

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama