Komplotannya Raup Rp1,8 M Dari Bisnis Antigen Bekas, Lihat Rumah Gres Manager Kimia Farma

Picandi Mosko alias PM (45 tahun), Business Manager Laboratorium Kimia Farma yang ditangkap di Medan, ternyata warga Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel).


Ia yakni warga Griya Pasar Ikan Jalan Lohan Blok A No. 14-15 Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau, Sumsel.

Manajer Kimia Farma PM dan empat pegawai Kimia Farma adalah SP, DP, BM, RN ditetapkan tersangka atas masalah layanan antigen bekas di Bandara Kualanamu Medan Sumatra Utara (Sumut) Selasa (27/4/2021) lalu.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra menyatakan, Plt Business Manajer Laboratorium Kimia Farma Medan berinisial PM yang merangkap Kepala Layanan Kimia Farma Diagnostik Bandara Kualanamu meraup laba sebesar Rp30 juta per hari dari pelayanan tes antigen menggunakan alat bekas.

Nominal tersebut terungkap penyidikan yang dilaksanakan Direskrimsus Polda Sumut.

Panca mengaku prihatin dan menyatakan tindakan para pelaku ini bermotif mencari keuntungan.

Motif itu tidak terbantahkan dari hasil penyidikan yang dikerjakan.

"Menggunakan stik swab bekas dan didaur ulang mendapatkan laba. Tadi kan masih hitung ni, kita hitung dari Desember, asumsi Rp 1,8 (M) telah masuk yang bersangkutan. Tapi kita dalami. Yang terperinci ini barang buktinya ada Rp 149 juta dari tangan tersangka," katanya.

Panca menjelaskan, dalam satu hari diperkirakan ada sekitar 100 - 200 penumpang yang ikut tes swab. Jika dihitung 100 saja dalam waktu 3 bulan, maka ada 9.000 penumpang.

Hasil pencarian Tribunsumsel.com, ternyata dikala ini Picandi Mosko tengah membangun rumah baru dua lantai sempurna di seberang jalan rumah lamanya di Griya Pasar Ikan Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Pembangunan rumah megah tersebut dikala ini dalam tahap closing, kayu-kayu penyangga coran bangunan rumah masih terlihat terpasang belum dilepas oleh para tukang.

Sementara di bab dalam sebagian relief rumah telah terpasang, termasuk pagar besi di depan rumah sudah dipasang dan sudah simpulan dilakukan pengecatan.

Menurut isu warga sekitar pembangunan rumah mewah Picandi tersebut dimulainya semenjak setahun terakhir dan dikala ini pembangunannya dilarang sementara sejak Picandi tersandung perkara alat antigen bekas.

"Kami tukang Purwakarta tugasnya hanya menciptakan relief saja, sementara yang lainnya kami tidak tahu," kata Antoni dan Cecep tukang yang bekerja membangun rumah milik Picandi, Jumat (30/4/2021).

Ia menuturkan mereka terakhir melakukan pekerjaan Kamis (29/4/2021) lalu secara tiba-datang ibu Picandi tiba menemui mereka dan meminta untuk berhenti bekerja beberapa waktu.

"Kamis pagi kemarin kami tiba-datang di stop oleh nenek (ibu Picandi) sebab ada petaka, kini kami mau mengambil alat yang masih tinggal," ujarnya.

Mereka mengungkapkan terakhir melihat istri Picandi saat peringatan ulang tahun anaknya, lalu sehabis itu mereka tidak menyaksikan lagi, informasinya telah pergi.

"Istrinya telah pergi katanya ke Padang namun kami juga tidak tahu kemana," paparnya.

Sementara terakhir mereka bertemu dengan Picandi dua pekan kemudian saat ulang tahun anaknya, selama melakukan pekerjaan dengan Picandi tidak ada masalah, tergolong pembayaran honor selalu tanpa gangguan.

"Kalau tidak salah hari Sabtu kami (tukang) diajak makan bareng terakhir ketemu ulang tahun anaknya, untuk gaji tidak pernah ada masalah sebab metode transfer," ujarnya.

Ketua RT 07 Perumahan Griya Pasar Ikan, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II mengatakan menerima isu kalau warganya itu ditangkap dua hari kemudian.

"Tau dapat dongeng dari kemarin dari warga hari ini gres terang, sebagian warga memberi tahu saya, aku tanya tahu apa? kemudian menginformasikan melalui WA," ungkapnya.

Ia menuturkan Picandi Masko tinggal di Griya Pasar Ikan sejak 11 tahun kemudian, selama tinggal dilingkungan RT 07 Picandi memang telah dikenali melakukan pekerjaan di Kimia Farma.

Sumber: Haimoms.blogspot.com

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama