Ketuban Aku Sudah Pecah, Darah Sudah Banyak Keluar, Namun Kata Petugas Mesti Rapid Test Dulu

Gusti Ayu Arianti (23) tak pernah menduga akan kehilangan bayi yang dikandungnya alasannya telat mendapatkan pertolongan.


Warga Pejanggik, Kota Mataram, itu berniat melakukan persalinan di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Wira Bhakti Mataram.

Tiba di rumah sakit, petugas memintanya melaksanakan rapid test Covid-19 lebih dahulu. Petugas tak memeriksanya, padahal air ketubannya sudah pecah dan mengeluarkan darah.

"Ketuban saya sudah pecah, darah saya telah banyak yang keluar dari rumah, namun aku tidak dikerjakan, kata petugas saya mesti rapid test dulu," kata Arianti kepada Kompas.com di rumahnya. 

Arianti dan suaminya, Yudi Prasetya Jaya (24) kecewa. 

Sebab, aturan terkait rapid test Covid-19 sebelum melahirkan tak diberi tahu sejak investigasi kandungan. 

"Saya itu kecewa, kenapa prosedur atau aturan dikala kami akan melahirkan tidak diberitahu bahwa wajib menenteng hasil rapid test," kata Arianti.

Menurutnya, tak semua ibu hamil yang hendak melahirkan mengenali aturan tersebut. 

"Ibu-ibu yang hendak melahirkan kan tidak akan tahu ini, alasannya tidak pernah ada pemberitahuan dikala kami memeriksakan kandungan menjelang melahirkan, " kata Arianti.

Menurut Arianti, hukum itu tak akan memberatkan bila diberitahu semenjak permulaan. Dirinya pun akan mempersiapkan dokumen hasil rapid test beberapa hari sebelum melahirkan. 

Diminta rapid test Arianti menceritakan peristiwa malang yang menimpanya itu. Awalnya, Arianti merasa sakit perut pada Selasa pagi. Ia menerka ketubannya pecah karena cairan yang keluar diikuti darah.

Arianti bareng suami dan ibunya, Jero Fatmawati, berangkat menuju RSAD Wira Bhakti Mataram. 

Mereka menentukan rumah sakit itu alasannya adalah putri pertamanya juga lahir di sana. Tiba di rumah sakit, perut Arianti kian sakit. Ia meminta petugas jaga di RSAD segera menanganinya. 

"Saya juga lapor bila ketuban saya pecah dan ada banyak darah, " katanya. 

Namun, alasannya tak ada akomodasi tes cepat, petugas memintanya melakukan rapid test di luar rumah sakit.

"Mereka bilang tidak ada kemudahan rapid test, namun tidak menyarankan aku rapid test di laboraturium alasannya adalah akan usang keluar alhasil," kata Arianti. 

Petugas jaga itu, kata Arianti, menyarankan dirinya melaksanakan rapid test Covid-19 di puskesmas terdekat.

"Mereka minta aku ke puskesmas terdekat dengan daerah tinggal aku, padahal aku telah memohon biar dilihat kondisi kandungan aku, tajil berapa menuju proses kelahiran, mereka tidak mau, katanya mesti ada hasil rapid test dahulu, " kata Arianti duka. 

Arianti menyayangkan perilaku petugas yang sama sekali tak bersedia memeriksanya. Petugas, kata beliau, bisa mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap bila khawatir dengan Covid-19.

Apalagi, dirinya tak memiliki tanda-tanda sakit seperti pasien Covid-19. Rapid test di puskesmas Setelah itu, Arianti menuju Puskesmas Pagesangan untuk melaksanakan rapid test Covid-19. 

Di puskesmas, Arianti sempat masuk ke ruang bersalin puskesmas dan memohon supaya kandungannya diperiksa. Ia juga menjelaskan ada cairan dan darah yang sudah keluar. 

Namun, petugas puskesmas memintanya sabar dan mesti melakukan rapid test dulu. Arianti diminta mengikuti antrean untuk tes. 

Melihat kondisi istrinya yang semakin lemah, suaminya protes kepada petugas puskesmas. Akhirnya, petugas mengijinkan Arianti mendaftar tanpa mengantre.

Setelah menjalani rapid test, hasil diperkirakan keluar dalam 30 menit. Karena kesakitan, Arianti kembali berusaha meminta dokter di ruang bersalin puskesmas untuk memeriksa kandungannya.

"Saya bilang waktu itu, dokter bisa tidak minta tolong, mampu tidak saya diperiksa, kira-kira sudah tajil berapa, apakah saya akan segera melahirkan soalnya sakit, saya bilang begitu. 

Dokternya tanya, tadi telah keluar air dan darah, beliau bilang belum waktunya tanpa menyelidiki aku, saya diminta tunggu hasil rapid test dahulu," kata Arianti. 

Meski sudah memohon, tim medis di puskesmas tak bersedia menangananinya alasannya adalah hasil rapid test Covid-19 belum keluar.

Sumber: Haimoms.blogpost.com

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama