Ibunya Meninggal Di Bus Primajasa, Anak Nurhayati Menangis Digendong Sopir: Mamah Mau Pulang Beli Jeruk

Seorang perempuan meninggal dunia di dalam Bus Primajasa jurusan Garut-Jakarta 


Saat diperiksa polisi, tak ada satu pun identitas yang ditemukan dari barang bawaan korban.

Namun setelah kabar meninggalnya korban tersebar, seorang pria yang ialah suami korban mengonfirmasi bahwa korban ialah keluarganya.

"Makara alasannya tak ada identitas, kami sebarkan isu di sosmed. Keesokan harinya ada warga katanya suami korban datang ke polsek bawa kartu identitas yang foto parasnya sama dengan korban," kata Kanit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Aji terhadap Tribun-Video.

Berikut beberapa fakta perihal peristiwa ini.

1. Kondektur Bus Lapor Polisi

Kanit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Aji terhadap Tribun-Video menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan laporan terkait meninggalnya korban dari kondektur bus.

Laporan diterima Polsek Tarogong Kidul sekitar pukul 14.00 WIB.

"Setelah mendapat laporan, pihak kami eksklusif menuju Terminal Guntur untuk melaksanakan investigasi dan evakuasi korban," ujar Ipda Aji terhadap Tribun-Video.

2. Tak Ditemukan Identitas


Saat memeriksa korban, tak ada satu pun identitas yang didapatkan polisi.

"Kaprikornus tak ada kartu identitas yang didapatkan, korban kemudian kami bawa ke tempat tinggal sakit untuk diidentifikasi," ujar Aji.

3. Suami Korban Datang ke Polsek

Pihak kepolisian lalu membuatkan berita tersebut di media umum, berharap keluarga korban mengetahuinya.

Usaha polisi membuahkan hasil, keluarga korban yang diwakili sang suami tiba ke polsek untuk memutuskan korban ialah keluarganya.

"Makara alasannya tak ada identitas, kami sebarkan gosip di sosmed. Keesokan harinya ada warga katanya suami korban datang ke polsek bawa kartu identitas yang foto wajahnya sama dengan korban," kata Ipda Aji.

4. Identitas Korban

Berdasarkan informasi dari suami, korban yakni Nurhayati, warga Kampung Cisonari, Desa/Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.

"Korban warga Garut, telah menikah cuma memang kerja di Jakarta." ujar Ipda Aji.

Hal tersebut berdasarkan kartu identitas korban yang dibawa sang suami ke kantor polisi.

"Saat dapat kabar ada perempuan meninggal di bus, suami mikirnya itu yaitu istrinya sebab tak kunjung sampai rumah saat pulang dari Jakarta," ucap Ipda Aji.

5. Tak Ada Tanda-tanda Tindak Kekerasan

Dari hasil pemeriksaan forensik, tak didapatkan gejala tindak kekerasan di badan korban.

"Tak ada tanda-tanda tindakkan kekerasan, diduga meninggal karena sakit," ungkapnya.

Dugaan tersebut diperkuat dengan pengukuhan suami korban yang membenarkan bahwa korban pulang ke Garut dalam keadaan sakit.

"Korban sebelumnya mengeluh pusing ke suami, jadi korban meninggal alasannya sakit. Diduga hipertensi," ucapnya.

Jenazah korban pun sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Keluarga korban menolak untuk diautopsi, jadi pribadi kami seharkan ke pihak keluarga." tutup Ipda Aji

Berdasarkan gosip dari suami, korban yaitu Nurhayati, warga Kampung Cisonari, Desa/Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.

Nurhayati diduga meninggal karena sakit, alasannya adalah sempat mengeluh sakit kepala kepada suaminya.

"Korban sebelumnya mengeluh sakit kepala ke suami, jadi korban meninggal karena sakit. Diduga hipertensi," ucapnya.

Jenazah korban pun telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

"Keluarga korban menolak untuk diautopsi, jadi langsung kami seharkan ke pihak keluarga." tutup Ipda Aji.

Sang Putra Menangis Cari Ibunya

Jenazah Nurhayati pun dibawa pulang pihak keluarga.

Sejumlah awak dari PO Bus Primajasa turut mengirim kepulangan mayat Nurhayati ke kediamannya.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria mengenakan seragam PO Bus Primajasa menggendong satu dari tiga anak Nurhayati.

Sejumlah awak Bus Primajasa terlihat menangis.

Setelah menggendong anak laki-laki Nurhayati, sopir bus itu turut menggendong anak perempuan Nurhayati.

"Mamah mau pulang hari Rabu, bakal beli jeruk. Kenapa mamah tidur terus," ujar anak pertama Nurhayati sembari menangis.

Tangis keluarga dan orang-orang yang melihat momen tersebut pun pecah.

Sumber: Haimoms.blogspot.com

0 Komentar

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama