Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gadis 12 Tahun Beberapa Kali Dilecehkan Ibunya, Pernah Dilempar Buku Hingga Tampang Nanah

Seorang gadis berusia 12 tahun yang berjulukan Jiajia belum usang ini mencuri perhatian warga di Nantong, Provinsi Jiangsu, China. Pasalnya, gadis itu senantiasa menerima penganiayaan dari ibunya.


Dilansir dari China Press, Jumat (23/4/2021), pengadilan kemudian membuat keputusan pada 20 April lalu untuk menunjuk nenek gadis tersebut selaku wali resminya.

Jiajia dikala ini duduk di kelas enam sekolah dasar dan dikala dia berusia empat tahun, orangtuanya bercerai dan beliau tinggal bersama ibunya. 

Meskipun kakek dan nenek Jiajia tidak tinggal bersamanya, mereka sering menjemputnya dari sekolah.

Pada tahun 2018, neneknya mulai mengamati bahwa Jiajia memiliki aneka macam bekas luka di wajah dan tubuhnya. 

Setelah menanyai Jiajia, gadis itu mengakui bahwa ibunya sering memperlihatkan pekerjaan rumah suplemen, dan jikalau beliau tidak mampu menyelesaikannya tepat waktu, ibunya akan mencaci-maki atau bahkan memukulinya.


Pada April 2020, ibu Jiajia melempar sebuah buku ke kepalanya sesudah ia tidak melafalkan teks dengan benar, menimbulkan wajah dan dahinya menjadi infeksi. 

Melihat cucunya berulang kali terluka, nenek Jiajia menghubungi polisi untuk meminta derma.


Tetapi alasannya luka Jiajia tidak parah, polisi hanya mengeluarkan surat peringatan kepada ibunya, melarang beliau melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap Jiajia.

Namun, surat perayaan itu tidak menghentikan sang ibu untuk melecehkan Jiajia. 

Pada Januari 2021, ia menggaruk paras Jiajia dengan kukunya karena dia tidak menyelesaikan kertas ujian, dan lalu pada bulan Maret, dia memakai spatula panas untuk menghantam tangan Jiajia alasannya ia tidak menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Dia bahkan akan memaksa Jiajia untuk menguasai bahasa Inggris tingkat perguruan tinggi dan akan menghantam serta memarahinya bila dia tidak puas.

Nenek Jiajia berkata beliau akan mendapat telepon dari anak itu di malam hari yang mengatakan bahwa dia tak memiliki masakan. 

Selain itu, pemukulan dan cacian telah mengakibatkan Jiajia menderita secara fisik dan mental sampai dia tidak mau lagi bersekolah.

Virallislam.me