Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Duka, Dingklik Pelaminan Seketika Lembap Kuyup Air Mata, Mempelai Pria Pamit Istirahat, Ternyata Meninggal

Kisah akad nikah berubah penuh isak tangis ini sempat booming .


Awalnya pamit istirahat ketika resepsi pernikahan, tak ada yang menyangka mempelai pria ini malah meninggal dunia.

Mau tak mau pengantin perempuan berupaya tegar menyambut para tamu usul sendirian di atas pelaminan.

Tak cuma sang pengantin perempuan, para tamu pun menahan tangis ketika tahu mempelai laki-laki ternyata kecapekan sampai meninggal dunia.

Kisah perihal Momon viral sesudah dibagikan oleh sang kakak melalui akun TikTok berjulukan @erdetanjung15.

Erde Dayat Tanjung (32), mengunggah foto-foto pengantin perempuan bareng para tamu di pelaminan.


Tak seperti pengantin kebanyakan, Momon tampaksendiri tanpa ada suami yang mendampingi.

Ia meladeni para tamu seorang diri, dengan riasan pengantin yang begitu bagus.

Rupanya ada kisah pilu di balik foto-foto tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Erde mengungkap dongeng lengkapnya.

Sang adik yakni Momon Tanjung terpaksa duduk sendirian di pelaminan ketika resepsi ijab kabul lantaran sang suami sakit sampai alhasil meninggal dunia.

Erde memberikan, kondisi Suharman mulanya baik-baik saja saat ijab kabul berjalan pada Jumat (25/9/2020).

Namun, sehari lalu, Suherman tiba-tiba merasa letih dikala merencanakan resepsi yang digelar pada Minggu (27/9/2020).

“Kondisinya masih baik-baik saja pengantin prianya.”

“Kita persiapan program resepsi, datang-datang tanggal 26 September dia merasa badannya kecapekan-capek,” ungkapnya terhadap Tribunnews.com, Rabu (7/10/2020).

Meskipun sudah istirahat dan minum obat, tetapi keadaan Suharman belum membaik ketika resepsi digelar.

“Saat resepsi, kondisinya enggak mampu duduk.”

“Pihak keluarga menyarankan untuk istirahat, jadi tidak naik ke pelaminan.”

“Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk duduk,” terangnya.

Momon pun terpaksa naik seorang diri ke pelaminan sebab keadaan suaminya tersebut.

“Makara si wanita terpaksa duduk sendiri di pelaminan, melayani tamu,” lanjut Erde.

Saat acara akad nikah masih berlangsung, keadaan Suharman makin memburuk.

Pengantin pria itu selanjutnya dibawa ke tempat tinggal sakit, dan ditangani oleh dokter seorang ahli saraf.

“Setelah magrib, kondisi makin drop. Kaprikornus pihak keluarga setuju dibawa ke tempat tinggal sakit.”

“Katanya ada saraf di kepala ada penyekatan saraf.”


“Makara sempat dirawat, kritis selama dua hari dua malam,” terang warga Riau itu.

Ia menegaskan, Suharman sebelumnya tak pernah mengeluh sakit. Sehingga, pihak keluarga menerka pengantin laki-laki sakit alasannya kelelahan.

“Sebelumnya enggak pernah ada sakit apa-apa.”

“Kita mikirnya awalnya kelelahan, cuma ia merasa sendi-sendinya semua lemas.”

“Terus tangannya kayak kaku, pegal-pegal.”

“Cuma dia tidak ada riwayat penyakit segala macamnya,” terang Erde.

Setelah sempat sadar, kondisi Suharman kian melemah hingga dokter menyatakan meninggal dunia.


“Malam itu ia telah mampu komunikasi, terus datang-tiba di tanggal 30 September keadaan makin melemah, jantung pun kian lemah.”

“Saat (jantung) dipompa, rupanya sudah tidak ada,” ungkap dia.

Momon Tanjung terus mendampingi suaminya selama dirawat di rumah sakit. Menurut Erde, sekarang keadaan adiknya masih kagetatas ajal sang suami.

“Pihak perempuan kondisinya masih shock, enggak menduga kejadiannya begini,” katanya.

Erde tak pernah menduga kisah adiknya itu bisa menjadi booming di media sosial.

Dirinya pun meminta doa dari masyarakat untuk kebaikan sang adik dan mendiang Suharman.

“Semoga banyak yang mendoakan kebaikan untuk adik kami dan almarhum suaminya,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com